Harga Gula Beragam Menguatnya Real Brazil

132
gula

(Vibiznews – Commodity) – Harga  gula beragam pada penutupan hari Rabu dan ditutup beragam karena menguatnya real Brazil 

Harga gula Maret di ICE New York naik 2 sen (0.14%) menjadi $14.74. Harga gula Maret di ICE London turun 1.40 sen (0.33%). 

Harga  gula naik dari penurunan harga awalnya pada hari Rabu dan ditutup beragam.  

Menguatnya real Brazil ke kurs tertinggi 1.5 bulan terhadap dolar. Menguatnya real membuat harga komoditas Brazil mahal bagi pembeli dengan mata uang lain selain real. 

Harga gula pada awalnya turun pada hari  Rabu karena kenaikan produksi Brazil 

Unica  melaporkan  pada hari Rabu produksi gula kumulatif  2025/26 di Brazil   di Tengah – Selatan   sampai pertengahan Desember  naik 0.9% dari tahun   lalu   menjadi 40.222 MMT. Ratio tebu yang digiling  menjadi menjadi gula naik 50.82% di 2025/26 dari 48.16% di 2024/25 

Outlook untuk gula global surplus sehingga menurunkan harga. Pada hari Senin lalu Covrig Analytics menaikan perkiraan global surplus untuk 2025/26 menjadi 4.7 MMT dari 4.1 MMT di Oktober.  Walaupun perkiraan Covrig 2026/27 surplus gula global akan turun menjadi 1.4 MMT, dengan turunnya harga menurunkan produksi. 

Meningkatnya produksi gula India  menurunkan harga  . Pada hari Senin The India Sugar Mill Association (ISMA)   melaporkan hasil gula 2025-26 naik menjadi 15.9 MMT dari 1 Oktober – 15 Januari naik 22% dari tahun lalu.  

The India Sugar Mill Association (ISMA) pada  11 Nopember menaikkan perkiraan   produksi gula India menjadi 31 MMT dari perkiraan sebelumnya 30 MMT naik 18.8% dari tahun lalu.  

ISMA juga menurunkan penggunaan gula untuk produksi etanol di India menjadi  3.4 MMT dari perkiraan Juli 5 MMT   sehingga  membuat India  diijinkan untuk menaikkan ekspor. 

Harga gula turun pada awal bulan lalu karena meningkatnya ekspor gula India, setelah Sekretaris Pangan India mengatakan bahwa pemerintah mengijinkan tambahan ekspor untuk mengurangi pasokan domestik yang melimpah. Pada bulan Nopember Kementerian Pangan India  mengijinkan ekspor 1.5 MMT gula di tahun 2025/26. India memperkenalkan sistem kuota untuk mengekspor gula di 2022/23 setelah terlambatnya hujan membuat produksi berkurang membuat  terbatasnya   pasokan domestik. 

Outlook dari hasil panen gula yang mencapai rekor menurunkan harga gula di Brazil. Pada 4 Nopember Conab menaikan  perkiraan hasil gula Brazil menjadi 45 MMT dari perkiraan sebelumnya  44.5 MMT 

Outlook perkiraan mengecilnya persediaan dari Brazil merupakan faktor yang menaikkan harga. Pada 23 Desember Safras & Mercado melaporkan produksi gula Brazil di 2026/27 akan turun 3.91% menjadi 41.8 MMT dari 43.5 MMT di 2025/26 . Perusahaan itu memperkirakan ekspor gula Brazil di 2026/27 turun 11% dari tahun lalu menjadi 30 MMT. 

Harga gula turun meneruskan penurunan pada 17 Nopember ketika the International Sugar Organization (ISO) memperkirakan surplus 1.625 juta MT di 2025/26 setelah di 2024/25 defisit 2.916 juta MT. 

Menurut ISO surplus terjadi karena kenaikan produksi gula India, Thailand dan Pakistan.  

The ISO memperkirakan  produksi gula global 2025/26 naik 3.2%  menjadi 181.8 juta MT 

Pedagang gula Czarnikow pada 5 Nopember menaikkan perkiraan surplus 2025/26 menjadi 8.7 MMT naik 1.2 MMT dari perkiraan bulan September 7.5 MMT. 

Outlook produksi gula Thailand meningkat  sehingga harga gula  turun setelah Laporan dari the Thai Sugar Miller Corp pada 1 Oktober hasil gula Thailand di 2025/26 naik  5% dari tahun lalu 10.5 MMT. 

Pada 16 Desember Laporan   USDA   dalam laporan tahunan,  memperkirakan produksi  gula global di 2025/26 naik 4.6% dari tahun lalu menjadi 189,318 MMT perkiraan USDA – FAS konsumsi  gula global naik 1.4% dari tahun lalu mencapai rekor 177.921 MMT   

Perkiraan persediaan akhir gula global  turun 2.9% dari tahun lalu menjadi 41.188 MMT.  

USDA -FAS  dalam laporan tahunan,  memperkirakan produksi  gula Brazil di 2025/26 akan naik 2.3% dari tahun lalu mencapai rekor 44.7 MMT. FAS juga melaporkan produksi gula India di 2025/26 naik 25% dari tahun lalu menjadi 35.25 MMT, karena hujan turun dan perluasan area tanaman. 

FAS melaporkan produksi gula Thailand 2025/6 naik 2% menjadi 10.25 MMT. 

Analisa tehnikal untuk gula     

Support pertama di $14.40 dan berikut ke $13,80 

Resistance pertama di $15.10 dan berikut ke $ 15.60 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting