(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (22/1), terpantau rebound 49,726 poin (0,55%) ke level 9.060,056 setelah dibuka naik ke level 9.039,835.
IHSG bergerak bangkit dari posisi seminggu terendahnya kemarin searah regional, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias rebound setelah Presiden Trump menarik kembali ancaman kenaikan tariff atas Eropa dan meredanya kemungkinan kekuatan militer AS untuk Greenland, serta mengikuti Wall Street yang semalam berakhir melonjak.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini lanjut menguat 0,18% atau 30 poin ke level Rp 16.900, dengan dollar AS di pasar uang Asia menurun terbatas setelah menguat di sesi global sebelumnya; tertahan setelah rebound oleh pernyataan Trump yang menarik tekanan tariff atas Eropa yang membuat koreksi kenaikan safe haven assets termasuk emas global.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.930, serta terpantau melanjutkan rebound kemarin setelah BI Rate dipertahankan.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 29,505 poin (0,33%) ke level 9.039,835. Sedangkan indeks LQ45 naik 4,640 poin (0,53%) ke level 876,060. Siang ini IHSG menguat 49,726 poin (0,55%) ke level 9.060,056. Sementara LQ45 terlihat naik 1,26% atau 10,990 poin ke level 882,410.
Tercatat saat ini sebanyak 423 saham naik, 260 saham turun dan 118 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau mixed menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 2,02%, dan Hang Seng yang turun 0,10%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini rebound dari posisi seminggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya rebound setelah Presiden Trump menarik kembali ancaman kenaikan tariff atas Eropa dan meredanya kemungkinan kekuatan militer AS untuk Greenland.
Berikutnya IHSG kemungkinan bertahan di zona hijau, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 9.175 dan 9.200. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 8,841 dan bila tembus ke level 8,715.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



