(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir naik pada hari Rabu terdukung keputusan IEA untuk memangkas perkiraan surplus minyak mentah global untuk tahun ini.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS kontrak Maret 2026 berakhir naik 0,43% pada $60,62 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir naik 0,49% pada $65,24 per barel.
Harga minyak mentah ditutup lebih tinggi dengan mendapat dukungan dari keputusan IEA untuk memangkas perkiraan surplus minyak mentah global untuk tahun ini.
Pada hari Rabu, IEA memangkas perkiraan surplus minyak mentah global tahun 2026 menjadi 3,7 juta barel per hari (bpd) dari perkiraan bulan lalu sebesar 3,815 juta bpd.
Selasa lalu, EIA menaikkan perkiraan produksi minyak mentah AS tahun 2026 menjadi 13,59 juta bpd dari 13,53 juta bpd bulan lalu, dan memangkas perkiraan konsumsi energi AS tahun 2026 menjadi 95,37 (kuadriliun btu) dari 95,68 bulan lalu.
Selain itu, Presiden Trump masih mempertimbangkan kemungkinan tindakan militer terhadap Iran, yang dapat mengganggu pasokan minyak mentah Timur Tengah.
Kenaikan harga minyak mentah terbatas pada hari Rabu setelah dolar pulih dari kerugian awal dan bergerak lebih tinggi.
Harga minyak mentah mendapat dukungan lanjutan dari hari Selasa, ketika Reuters melaporkan bahwa ladang minyak Tengiz dan Korolev di Kazakhstan akan ditutup selama 10 hari lagi karena kebakaran generator listrik. Kazakhstan telah mengurangi sekitar 900.000 barel per hari produksi minyak mentah yang memasok terminal Caspian Pipeline Consortium di Pantai Laut Hitam Rusia karena serangan pesawat tak berawak.
Meredanya ketegangan Greenland juga dapat mendukung kenaikan harga minyak, dengan meredanya kekhawatiran tekanan ekonomi, dapat meningkatkan permintaan.
Presiden Trump mengatakan ia akan menahan diri untuk tidak mengenakan tarif pada barang-barang dari negara-negara Eropa yang menentang upayanya untuk mengambil alih Greenland, dengan alasan “kerangka kesepakatan masa depan” mengenai pulau tersebut.
Malam nanti akan dirilis data pasokan minyak mentah mingguan AS yang diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik dengan pemangkasan surplus minyak global oleh EIA. Juga meredanya ketegangan Greenland dapat mendukung harga minyak. Juga jika malam nanti data pasokan minyak mentah mingguan AS oleh EIA terealisir turun, akan meguatkan harga minyak. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $61,27-$61,91. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $59,60-$58,57.



