(Vibiznews – Commodity) Harga perak ditutup merosot pada hari Selasa, terekang penguatan dolar AS dan meredanya ketegangan Greenland.
Harga perak spot ditutup merosot 1,56% pada $93,10.
Harga perak berjangka AS kontrak Maret 2026 ditutup merosot 2,11% pada $92,64
Harga perak berbalik turun tajam setelah indeks dolar pulih dari kerugian awal dan bergerak naik.
Harga perak juga merosot dengan meredanya ketegangan Greenland. Presiden Trump mengatakan akan menahan diri untuk tidak mengenakan tarif pada barang-barang dari negara-negara Eropa yang menentang upayanya untuk mengambil alih Greenland. Trump mengatakan, “Berdasarkan pertemuan yang sangat produktif yang telah saya adakan dengan Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, kami telah membentuk kerangka kesepakatan masa depan sehubungan dengan Greenland dan, pada kenyataannya, seluruh Wilayah Arktik.”
Malam nanti akan dirilis beberapa data penting :
GDP Growth Rate QoQ Final Q3 AS yang diindikasikan meningkat.
Initial Jobless Claim AS minggu lalu yang diindikasikan meningkat.
Core PCE price Index Oktober-November AS yang diperkirakan menurun.
Personal Income Oktober-November AS yang diperkirakan menurun.
Personal Spending Oktober- November AS yang diperkirakan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak turun dengan meredanya ketegangan Greendland. Namun jika data-data penting AS sebagian besar turun dan menekan dolar AS, akan menguatkan harga perak. Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $90,02-$87,39. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $95,40-$98,15.



