(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Jumat siang ini (23/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau menguat, meninggalkan loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia merangkak naik setelah melemah di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini ini menguat 0,27% atau 45 poin ke level Rp 16.835 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.880. Rupiah terpantau rally di hari ketiga ke 1,5 minggu terkuatnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.895 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.897, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 16.835.
Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah melemah di sesi global sebelumnya; fluktuatif setelah isyu Greenland agak mereda dan investor estimasikan the Fed minggu depan akan mempertahankan suku bunganya.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik ke 98,37, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 98,26.
Sementara itu, IHSG Jumat di akhir sesi pertama melemah signifikan 115,288 poin (1,28%) ke level 8.876,895, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya bias menguat setelah tensi geopolitik Greenland mereda dan Jepang mempertahankan suku bunganya, serta mengikuti Wall Street yang semalam melanjutkan rebound sebelumnya.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Asia beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.976 – Rp16.795.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



