(Vibiznews-Forex) – Rally aussie dalam pair AUDUSD berlanjut pada perdagangan forex pada sesi Eropa hari Senin (22/1/2026) di tengah pelemahan dolar AS.
Dolar Australia memperpanjang posisi level tertinggi dalam 16 bulan karena spekulasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia (RBA) dan juga merosotnya dolar AS.
Dolar AS merosot karena ekspektasi bahwa Gedung Putih akan mengungkapkan nama Ketua Federal Reserve (Fed) yang baru minggu ini. Peristiwa tersebut akan tidak menguntungkan bagi dolar AS karena investor mengharapkan keputusan Ketua Fed yang baru akan condong ke agenda ekonomi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Terkait spekulasi kenaikan RBA rate, pasar melihat peluang 60% bahwa RBA akan menaikkan suku bunga pinjaman minggu depan. Namun, ekspektasi terhadap prospek suku bunga RBA dapat dipengaruhi oleh data Indeks Harga Konsumen (CPI) kuartal keempat Australia yang dijadwalkan akan diterbitkan pada hari Rabu.
Secara teknikal pair telah menembus resisten kuatnya dan menurut analyst Vibiz Research Center pair AUDUSD berpotensi lanjut ke resisten berikutnya.
Kini pair berada di 0.6920 yang berusaha naik ke posisi 0.6945, dan jika tembus akan mendaki ke resisten selanjutnya di kisaran 0,6980.
Namun jika tidak tembus 0.6940, pair terkoreksi sesaat menuju posisi R1 dan jika tembus kembali R1 akan berlanjut meluncur ke posisi pivotnya.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 0,6983 | 0,6945 | 0,6917 | 0,6875 | 0,6852 | 0,6811 | 0,6788 |



