(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka bergerak turun pada hari Selasa di sesi perdagangan Asia, mengabaikan gangguan pasokan yang berkelanjutan di AS dan meningkatnya risiko geopolitik.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS bergerak turun 0,72% pada $60,63 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent bergerak turun 0,70% pada $65,13 per barel.
Produsen minyak AS diperkirakan kehilangan sekitar 15% dari produksi nasional selama akhir pekan karena badai musim dingin besar yang melanda sebagian besar wilayah negara tersebut.
Sementara itu, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dengan AS meningkatkan kehadiran militernya di tengah ketegangan dengan Iran, terus memicu kekhawatiran tentang potensi gangguan terhadap pasokan energi regional.
Selain itu, pembicaraan perdamaian Rusia-Ukraina akhir pekan lalu gagal mencapai terobosan, yang akan mempertahankan sanksi terhadap ekspor energi Rusia, meskipun kedua pihak sepakat untuk melanjutkan negosiasi akhir pekan depan.
Para pedagang kini menantikan pertemuan OPEC+ akhir pekan ini, di mana kelompok tersebut diperkirakan akan mempertahankan rencananya untuk menjaga produksi tetap stabil.
Namun, ekspektasi akan pasokan yang lebih ketat diimbangi oleh sinyal Kazakhstan bahwa mereka akan melanjutkan produksi dari ladang minyak Tengiz, fasilitas produksi minyak terbesarnya.
Para pejabat Kazakhstan mengatakan pada hari Senin bahwa negara tersebut akan melanjutkan produksi di ladang Tengiz setelah kebakaran dan pemadaman listrik menghentikan produksi di fasilitas tersebut.
Kazakhstan adalah produsen minyak terbesar ke-12 di dunia, dan juga anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak turun dengan kekhawatiran pemulihan pasokan di Kazhakstan. Namun perlu dicermati sentimen bullish seperti kondisi badai musim dingin di AS, ketegangan di Timur Tengah dan Ukraina-Rusia, yang memicu terjadinya ganguan pasokan. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $60,07-$59,50. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $61,45-$62,26.



