(Vibiznews – Economy) – Dalam pergerakan pasar uang Selasa siang ini (27/1), nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau melemah, menambah loss dari sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Asia merangkak naik setelah merosot 2 hari di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS siang ini ini melemah 0,25% atau 45 poin ke level Rp 16.805 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.763. Rupiah terpantau terkoreksi setelah 4 hari bullish, meninggalkan 3 minggu terkuatnya.
Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.774 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.805, dan terakhir siang ini WIB terpantau di posisi Rp 16.805.
Melemahnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Asia merangkak naik setelah merosot 2 hari di sesi global sebelumnya; bangkit dari sekitar 4,5 bulan terendahnya setelah ditekan penguatan yen Jepang dan isyu kemungkinan pergantian pimpinan the Fed.
Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, siang hari WIB ini naik ke 97,13, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,05.
Sementara itu, IHSG Selasa di akhir sesi pertama melemah 53,673 poin (0,60%) ke level 8.876,895, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed bias menguat di tengah ancaman kenaikan tariff AS atas Korsel, serta mengikuti Wall Street yang semalam berakhir kompak dalam gain.
Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini menguat, dengan dollar di pasar Asia beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.958 – Rp16.742.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting



