(Vibiznews – Commodity) – Lonjakan harga minyak mentah masih berlangsung pada perdagangan komoditas sesi Asia hari Rabu (28/1/2026) setelah melompat ke kisaran tertinggi dalam 4 bulan sebelumnya.
Kenaikan harga minyak acuan dunia seperti jenis WTI dan juga Brent didorong oleh gangguan pasokan.
Dimana badai musim dingin yang parah memangkas produksi minyak mentah AS hingga 2 juta barel per hari, sekitar 15% dari produksi nasional, dan untuk sementara menghentikan ekspor Pantai Teluk, karena infrastruktur energi dan jaringan listrik mengalami tekanan.
Kondisi es dan basah di beberapa bagian Selatan diperkirakan akan menunda dimulainya kembali produksi.
Sementara itu pelaku pasar juga mengawasi dengan cermat peningkatan kekuatan militer AS di Timur Tengah dan meningkatnya risiko potensi tindakan terhadap Iran.
Data dari American Petroleum Institute (API) menambah sentimen positif bagi pasar komoditas energi tersebut, dilaporkan persediaan minyak mentah AS turun 0,25 juta barel minggu lalu, bertentangan dengan ekspektasi peningkatan sebesar 1,45 juta barel.
Harga Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak bulan Maret 2026 sedang naik 0,32% menjadi $62,59 per barel.
Harga minyak mentah berjangka acuan jenis Brent naik 0,15% menjadi $67,67 per barel.
Secara teknikal, untuk pergerakan harga minyak WTI selanjutnya diperkirakan akan bertemu kisaran support di $60.20 – $57.90 dan kisaran resisten di $63.20 – $65.80.



