(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir naik tajam pada hari Selasa, terdukung penurunan indeks dolar AS.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS kontrak Maret 2026 berakhir naik tajam 2,90% pada $62,39 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir naik tajam 2,81% pada $66,59 per barel.
Pelemahan dolar AS ke level terendah hampir 4 tahun berdampak positif bagi harga minyak.
Kenaikan harga minyak juga terdukung kekhawatiran akan kemungkinan aksi militer AS terhadap Iran, yang dapat mengganggu pasokan minyak dari produsen terbesar keempat OPEC tersebut.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa armada besar kapal angkatan laut AS sedang menuju Timur Tengah dan bahwa ia berharap AS tidak perlu menggunakannya. Trump sebelumnya telah menyatakan bahwa AS dapat menyerang fasilitas pemerintah Iran jika para pemimpinnya terus membunuh para demonstran.
Dukungan bagi harga minyak juga terjadi setelah Rusia meredam harapan akan terobosan dalam perundingan perdamaian dengan Ukraina, setelah Kremlin mengatakan bahwa masalah teritorial tetap belum terselesaikan dengan Ukraina, dan tidak ada harapan untuk mencapai penyelesaian jangka panjang terhadap perang sampai tuntutan Rusia atas wilayah di Ukraina diterima. Prospek berlanjutnya perang Rusia-Ukraina akan mempertahankan pembatasan impor minyak mentah Rusia dan berdampak positif bagi harga minyak.
Produsen minyak AS diperkirakan kehilangan sekitar 15% dari produksi nasional selama akhir pekan karena badai musim dingin besar yang melanda sebagian besar wilayah negara tersebut.
Malam nanti akan dirilis pasokan minyak mentah mingguan AS oleh EIA.
Dinihari nanti akan dirilis keputusan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah. Namun pasar akan mencermati pernyataan ketua Fed setelah keputusan suku bunga tersebut, apakah akan mensinyalkan penurunan suku bunga selanjutnya atau tidak.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik jika pelemahan dolar AS berlanjut turun dan prospek ketegangan AS-Iran dan Rusia-Ukraina. Juga jika malam nanti pasokan minyak mentah mingguan AS terealisir turun, akan menguatkan harga minyak. Jika pernyataan The Fed bersifat hawkish bagi suku bunga dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga minyak. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $60,07-$59,50. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $61,45-$62,26.



