(Vibiznews – Commodity) Harga perak berakhir mixed pada hari Selasa, terkonsolidasi setelah reli parabolik baru-baru ini.
Harga perak spot ditutup melonjak 8,04% pada $112,09
Harga perak berjangka AS kontrak Maret 2026 ditutup merosot 8,27% pada $105,95
Pada hari Senin, harga perak melonjak ke level tertinggi sepanjang masa karena pelemahan dolar dan ketidakpastian politik AS.
Harga perak spot melonjak terdukung pelemahan dolar AS. Sedangkan harga perak berjangka AS ditutup merosot terpicu profit taking setelah melonjak tinggi sesi sebelumnya.
Kenaikan perak didukung oleh permintaan aset aman di tengah ketidakpastian mengenai tarif AS dan risiko geopolitik di Iran, Ukraina, Timur Tengah, dan Venezuela.
Selain itu, logam mulia didukung oleh kekhawatiran bahwa The Fed akan menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar pada tahun 2026 karena Presiden Trump berencana untuk menunjuk seorang yang berpandangan lunak.
Dinihari nanti akan dirilis keputusan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah. Namun pasar akan mencermati pernyataan ketua Fed setelah keputusan suku bunga tersebut, apakah akan mensinyalkan penurunan suku bunga selanjutnya atau tidak.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak naik jika pelemahan dolar AS berlanjut dan masih meningkatnya permintaan safe haven. Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $101,39-$96,82. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $112,04-$118,12.



