(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah naik ke level tertinggi 4 bulan lebih dan berakhir naik tajam pada hari Kamis terpicu meningkatnya ketegangan geopolitik AS-Iran.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS kontrak Maret 2026 berakhir naik 3,50% pada $65,42 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent berakhir naik 3,30% pada $69,59 per barel.
Kenaikan harga minyak terdorong meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah lebih tinggi setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran untuk membuat kesepakatan nuklir atau menghadapi serangan militer.
Pelemahan dolar AS pada hari Kamis juga mendukung harga energi.
Harga minyak mentah juga mendapat dukungan setelah tidak tercapainya kesepakatan perundingan perdamaian Rusia-Ukraina setelah Rusia mengatakan bahwa “masalah teritorial” tetap belum terselesaikan dengan Ukraina, dan “tidak ada harapan untuk mencapai penyelesaian jangka panjang” terhadap perang sampai tuntutan Rusia atas wilayah di Ukraina diterima. Prospek berlanjutnya perang Rusia-Ukraina akan mempertahankan pembatasan impor minyak mentah Rusia dan berdampak positif bagi harga minyak.
Sore nanti akan dirilis data PPI dan Core PPI Desember AS yang secara tahunan diindikasikan menurun.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik dengan adanya ketegangan AS-Iran. Juga akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika berbalik menguat akan menekan harga minyak. Juga perlu diwaspadai profit taking setelah harga minyak melonjak tinggi. Jika malam nanti data PPI dan Core PPI Desember AS secara tahunan terealisir menurun dan menekan dolar AS, akan menguatkan harga minyak. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $63,64-$61,86. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $66,84-$68,26.



