Harga Emas Akhir Pekan Berakhir Anjlok Terbebani Penguatan Dolar AS

332

(Vibiznews – Commodity) Harga emas berakhir anjlok pada akhir pekan hari Jumat terbebani penguatan dolar AS.

Harga emas spot ditutup anjlok 8,91% pada $4.892,43 per ons.

Harga emas berjangka AS ditutup anjlok 11,39% pada $4.745,1 per ons.

Lihat : Harga Beli Emas Antam Hari Sabtu 31 Januari 2026, Anjlok Rp260.000; Harga Buyback Anjlok Rp285.000

Harga emas anjlok pada hari Jumat, dengan emas Februari jatuh ke level terendah 1,5 minggu setelah Pengumuman Presiden Trump pada hari Jumat bahwa ia telah menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Fed yang baru memicu reli dolar, yang memicu likuidasi besar-besaran posisi beli logam mulia.

Warsh adalah salah satu kandidat yang lebih agresif untuk posisi Ketua Fed dan dipandang kurang mendukung pemotongan suku bunga yang dalam.

Logam mulia juga mengalami penurunan pada hari Jumat setelah Presiden Trump mengatakan pada Kamis malam bahwa ia telah mencapai kesepakatan sementara dengan Demokrat Senat untuk mencegah penutupan pemerintah AS, mengurangi permintaan safe-haven untuk logam mulia. Selain itu, berita hari Jumat yang menunjukkan harga produsen AS untuk pengiriman Desember naik lebih dari yang diperkirakan merupakan sinyal agresif bagi kebijakan Fed dan sinyal negatif bagi logam mulia.

Sebelumnya pada hari Kamis, harga emas berjangka terdekat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar $5.586,20 per ons.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya di awal pekan, harga emas dapat bergerak naik dengan upaya bargain hunting memanfaatkan pelemahan harga emas, juga jika ketegangan geopolitik di akhir pekan ini meningkat. Namun jika penguatan dolar AS berlanjut, akan menekan harga emas. Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $4.470-$4.195. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $5.250-$5.755.