(Vibiznews – Economy) – Fokus investor pada pekan pertama bulan Februari (2-6 Februari) akan mengikuti pergerakan harga yang tidak biasa di pasar global sepanjang tahun ini, yang baru-baru ini ditandai dengan volatilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya pada komoditas logam dan kekhawatiran akan penurunan nilai dolar.
Selain itu posisi dolar AS dibebani oleh rencana Presiden AS Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve yang baru.
Dari laporan ekonomi, akan fokus pada data ketenagakerjaan Amerika Serikat seperti JOLTS, Laporan ADP, laporan Challenger serta NFP bulan Januari. Juga akan memperhatikan rilis data PMI dari ISM semua negara utama di Amerika, Eropa dan Asia.
Dari sisi kebijakan moneter, pekan ini ada 3 bank sentral yang mengumumkan kebijakan baru seperti Bank Sentral Eropa (ECB), Bank of England (BOE), dan Reserve Bank of Australia (RBA).
Sebagai tambahan fokus di bursa saham Wall Street dan juga kawasan lainnya yaitu rilis laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat seperti Alphabet dan Amazon.
Pasar Amerika Serikat
- Laporan pekerjaan AS Januari diperkirakan akan menunjukkan pertumbuhan data NFP sebesar 70.000, naik dari 50.000 pada bulan Desember, sementara tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap stabil di 4,4% dan pendapatan per jam rata-rata diperkirakan akan naik 0,3% lagi.
- Laporan JOLTS kemungkinan akan menunjukkan penurunan moderat dalam lowongan pekerjaan, sementara laporan ketenagakerjaan ADP dan data pemutusan kerja Challenger juga akan dirilis.
- Data PMI manufaktur ISM diperkirakan akan menunjukkan kontraksi yang lebih kecil, sementara sektor jasa mungkin menunjukkan pertumbuhan yang sedikit lebih lambat.
- Untuk data sentimen konsumen awal Universitas Michigan diperkirakan akan menurun.
- Untuk laporan kuartalan perusahaan besar yang dapat pengaruhi saham Wall Street seperti Amazon, Alphabet, Qualcomm, Palantir Technologies, Walt Disney, AMD, Merck, PepsiCo, Amgen, Pfizer, Eli Lilly, AbbVie, Uber, dan Philip Morris.
Pasar Eropa
Inggris
- Bank sentral Inggris atau Bank of England (BOE) pekan akan mengumumkan kebijakan terbaru yang diperkirakan tidak mengubah suku bunganya.
- Data ekonomi yang dirilis cukup minor seperti data harga rumah Inggris dari Nationwide dan Halifax.
Eurozone
- Dikawasan Euro dari sisi kebijakan moneter, ECB akan mengumumkan kebijakan terbaru yang diperkirakan akan mempertahan suku bunganya.
- Di sisi data ekonomi, data inflasi awal akan dirilis dari Zona Euro, Prancis, dan Italia. Inflasi Zona Euro diperkirakan akan melambat menjadi 1,7%, dengan Italia diperkirakan melambat menjadi 1% dan Prancis menjadi 0,6%.
- Untuk data PMI manufaktur diperkirakan akan menunjukkan kontraksi yang lebih kecil di Spanyol, Italia, dan Swiss, sementara sektor jasa Spanyol diperkirakan tetap kuat, meskipun dengan laju yang lebih lambat.
- Di Eurozone ada juga rilis neraca perdagangan kawasan, Jerman dan Perancis.
- Di Jerman, data pesanan pabrik diperkirakan akan menurun setelah tiga bulan berturut-turut mengalami kenaikan, sementara penjualan ritel diperkirakan akan turun untuk bulan kedua.
Pasar Asia Pasifik
Pekan ini fokus pada beberapa laporan ekonomi dari;
- Di Tiongkok, perhatian investor terpusat pada data PMI manufaktur dan non-manufaktur resmi NBS untuk Januari yang dibawah perkiraan. Diikuti oleh survei swasta PMI RatingDog yang diperkirakan akan menunjukkan bahwa pertumbuhan di sektor manufaktur dan jasa tetap lesu.
- Di Jepang, Bank Sentral Jepang atau Bank of Japan (BOJ) akan merilis risalah pertemuan terakhir dengan para pembuat kebijakan menegaskan kembali bahwa suku bunga akan terus naik jika aktivitas ekonomi dan inflasi berkembang sesuai dengan perkiraan. Data final PMI S&P Global juga akan segera dirilis, sementara pengeluaran rumah tangga diperkirakan turun 1,3% setelah peningkatan yang signifikan pada bulan November.
- Di Australia, pengumuman Bank Sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA) diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,85% karena data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Rilis penting lainnya termasuk Indeks Industri AI Group, data final PMI S&P Global untuk Januari, dan data perdagangan Desember, yang diperkirakan akan menunjukkan surplus perdagangan yang lebih luas.



