(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang melanjutkan pelemahan akhir pekan setelah sempat melonjak awal sesi perdagangan hari Senin (2/2/2026) oleh buruknya sentimen bursa saham global.
Indeks harian Nikkei berakhir negatif masuki hari kedua berturut dengan saham teknologi paling banyak yang tertekan karena kekhawatiran baru tentang keberlanjutan investasi AI.
Memburuknya sentimen globlal terjadi setelah aksi jual besar-besaran di logam mulia yang memicu likuidasi paksa di kelas aset lainnya.
Sementara itu Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan pada akhir pekan bahwa yen yang lemah dapat menjadi peluang besar bagi industri ekspor.
Investor juga bersiap untuk pemilihan umum sela DPR pada 8 Februari, di mana partai penguasa Takaichi diperkirakan akan mendapatkan kursi dan mendorong kebijakan fiskal ekspansif.
Indeks harian Nikkei turun 1,25% dan ditutup pada 52.655, namun untuk indeks Topix turun 0,8% menjadi 3.538.
Sementara itu untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Maret 2026 turun 1,42% pada posisi 52630.
Saham-saham besar yang membebani Nikkei seperti saham Kioxia Holdings (-13,4%), Advantest (-4,5%), Lasertec (-14%), SoftBank Group (-3,6%), dan Disco Corp (-5,9%).



