(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Hong Kong awal bulan Februari alami kerugian harian terbesar sejak November 2025 pada perdagangan hari Senin (2/2/2026) mengikuti keuntungan saham-saham bursa Tiongkok.
Indeks harian Hang Seng memperpanjang pelemahan untuk sesi kedua dan mundur dari level tertinggi 4,5 tahun yang dicapai pekan lalu dengan semua sektor utama membebani indeks.
Sentimen juga dilemahkan anjloknya bursa Tiongkok yang merespon buruknya data PMI manufaktur resmi, pertumbuhan pendapatan fiskal yang lambat, dan penurunan tajam dalam penjualan mobil.
Indeks Hang Seng ditutup anjlok 2,23% dan ditutup pada 26.775,27, namun indeks saham Cina Enterprise (HSCE) naik 0,42% menjadi 9.552,58. Persentase anjloknya Hang Seng terbesar sejak 21 November 2025 yang saat itu turun 2,38%.
Untuk indeks Hang Seng berjangka bulan Februari 2026 bergerak negatif dengan berakhir anjlok 2,60% menjadi 26785.
Saham terkait komoditas memimpin kerugian Hang Seng dengan saham Zhaojin Mining merosot 9,0%, bersama dengan Zijin Gold Intl. (-8,1%), XPeng (-7,3%), SMIC (-4,0%), dan Laopu Gold (-3,9%).
Saham teknologi, properti, dan keuangan masing-masing merosot antara 2 hingga 3%, mengikuti penurunan tajam pada kontrak berjangka AS karena kekhawatiran baru tentang valuasi AI dan volatilitas logam mulia mengganggu pasar global.



