(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Rabu sore ini (4/2), terpantau menguat 24,120 poin (0,30%) ke level 8.146,717 setelah dibuka naik ke level 8.170,654.
IHSG bergerak fluktuatif di dua zona dan berakhir positif, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah ditarik sektor teknologi, serta mengikuti Wall Street yang berakhir semalam dalam koreksi oleh investor beralih dari saham teknologi.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini melemah 0,09% atau 15 poin ke level Rp 16.770, dengan dollar AS di pasar uang Eropa umumnya melandai setelah melemah di sesi global sebelumnya; terkoreksi terbatas oleh investor mencermati arah kebijakan the Fed serta risiko shutdown Pemerintah AS.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.755, serta terpantau terkoreksi dari rebound sebelumnya mendekati level seminggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 48,057 poin (0,59%) ke level 8.170,654. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,400 poin (0,29%) ke level 826,130. Siang ini IHSG melemah 48,057 poin (0,59%) ke level 8.170,654. Sementara LQ45 terlihat naik 0,29% atau 2,400 poin ke level 826,130.
IHSG kemudian naik perlahan dan ditutup menguat 24,120 poin (0,30%) ke level 8.146,717. Sementara LQ45 terlihat naik 1,10% atau 9,070 poin ke level 832,800. Tercatat saat ini sebanyak 301 saham naik, 391 saham turun dan 125 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed melemah, di antaranya Nikkei yang merosot 0,78%, dan Hang Seng yang naik 0,05%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak fluktuatif di dua zona, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias melemah ditarik sektor teknologi, serta mengikuti Wall Street yang berakhir semalam dalam koreksi.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih berkonsolidasi dalam bias naik, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.596 dan 9.058. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,742 dan bila tembus ke level 7,481.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



