(Vibiznews – Index) – Bursa saham Jepang memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya pada perdagangan hari Kamis (5/2/2026) di tengah aksi jual saham teknologi global.
Penyebab Nikkei menjauh dari posisi rekor tertinggi oleh tekanan jual saham teknologi cukup besar karena kekhawatiran tentang valuasi yang tinggi, pengeluaran besar untuk AI, dan potensi gangguan terhadap model bisnis perangkat lunak tradisional.
Saham teknologi unggulan seperti SoftBank Group turun 7% setelah anak perusahaan perancang chip Arm Holdings gagal memenuhi perkiraan penjualan lisensi kuartal ketiga fiskal.
Saham perusahaan teknologi lainnya mengikuti pelemahan seperti Kioxia (-6,6%), Advantest (-4,8%), Fujikura (-5,1%), dan Disco Corp (-4,4%).
Indeks harian Nikkei turun 0,88% dan ditutup pada 53.818, namun untuk indeks Topix turun 0,09% menjadi 3.652.
Sementara itu untuk indeks Nikkei berjangka kontrak bulan Maret 2026 turun 0,97% pada posisi 53990.
Sementara itu pergerakan sebaliknya terlihat pada saham Panasonic melonjak hingga 15,3% meskipun menurunkan perkiraan laba setahun penuh karena meningkatnya biaya restrukturisasi, dan Renesas Electronics naik 7,5% setelah mengumumkan rencana untuk menjual bisnis Timing-nya ke SiTime seharga $3 miliar.



