IHSG 6 Februari Turun ke Bawah Rp8.000 Setelah Moody’s Pangkas Peringkat Kredit

93
Kebijakan Trading Halt dan Buyback Tanpa RUPS Tidak Berubah Meski IHSG Anjlok 3,51%
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama hari Jumat (6/2/2026), terpantau melemah 2,91% ke level 7.868,27  setelah dibuka naik ke level 7.913,65.

IHSG memperpanjang kerugian pada sesi sebelumnya setelah Moody’s Investors Service mengubah prospek peringkat kredit kedaulatan negara dari stabil menjadi negatif, dengan alasan berkurangnya prediktabilitas kebijakan dan tata kelola yang lebih lemah di bawah Presiden Prabowo, yang menjabat pada Oktober 2024.

Sebelumnya pada hari Kamis, data resmi yang dirilis menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,11% pada tahun 2025, di bawah target pemerintah sebesar 5,2% meskipun pertumbuhan kuartal keempat cukup kuat.

Namun, pelemahan tersebut diimbangi oleh retorika fiskal, dengan para pejabat berusaha untuk menolak narasi defisit yang pesimistis dan menunjukkan ruang kebijakan yang tersedia.

Secara sektoral, pelemahan IHSG dipimpin oleh saham-saham sektor energi, keuangan, dan properti.

Saham-saham yang mengalami penurunan tajam antara lain Impact Pratama Industri (-4,7%), Merdeka Copper Gold (-4,3%), Vale Indonesia (-3,6%), dan Astra Intl. (-2,2%).

Secara mingguan, pasar diperkirakan akan mengalami penurunan ketiga berturut-turut, turun 4% sejauh ini.