(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit atau CPO acuan dunia rebound dari kisaran terendah 2 pekan lebih pada akhir perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Senin (9/2/2026), setelah 2 hari berturut melemah.
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan April 2026 ditutup naik 0,14% menjadi sekitar MYR4.160, setelah awal sesi sempat berada di posisi MYR4.150.
Rebound harga minyak sawit karena kenaikan harga minyak kedelai di bursa Chicago dan Dalian memberikan dukungan menjelang data bulanan dari Dewan Minyak Sawit Malaysia yang akan dirilis Selasa.
Sentimen semakin didukung oleh data ekspor yang lebih kuat, dengan surveyor kargo mencatat pengiriman Januari naik 14,9%–17,9% secara bulanan, didukung oleh pengisian kembali pasokan menjelang Festival Musim Semi dan Ramadan.
Permintaan dari pembeli utama, India, juga meningkat, karena impor Januari melonjak 51% ke level tertinggi empat bulan setelah turun pada bulan Desember.
Pada saat yang sama diberitakan perkiraan persediaan minyak sawit Malaysia kemungkinan mengakhiri pertumbuhan 10 bulan pada bulan Januari, karena ekspor yang kuat bertepatan dengan perlambatan musiman dalam produksi.
Namun, kenaikan harga dibatasi oleh penguatan ringgit dan pelemahan harga minyak mentah di tengah meredanya kekhawatiran atas gangguan pasokan.



