(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Selasa siang ini (10/2), terpantau menguat signifikan 100,879 poin (1,26%) ke level 8.132,753 setelah dibuka naik ke level 8.066,335.
IHSG bergerak melanjutkan rebound kemarin, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya mixed bias menguat dipimpin kembali Nikkei paska kemenangan PM Takaichi di pemilu Jepang, serta mengikuti Wall Street yang berakhir semalam dalam gain dan Dow Jones menyentuh rekor.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini menguat 0,05% atau 8 poin ke level Rp 16.790, dengan dollar AS di pasar uang Asia umumnya melandai setelah melemah 2 hari di sesi global sebelumnya; terkoreksi ke 1,5 minggu terendahnya oleh penguatan yen paska pemilu serta menantikan data tenaga kerja dan inflasi AS minggu ini.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.798, serta terpantau menguat di hari kedua melanjutkan rebound sebelumnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 34,461 poin (0,43%) ke level 8.066,335. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,030 poin (0,13%) ke level 821,970. Siang ini IHSG menguat 100,879 poin (1,26%) ke level 8.132,753. Sementara LQ45 terlihat naik 0,42% atau 3,460 poin ke level 819,040.
Tercatat saat ini sebanyak 572 saham naik, 126 saham turun dan 118 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau menguat, di antaranya Nikkei yang melejit 2,35%, dan Hang Seng yang naik 0,54%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak melanjutkan rebound kemarin, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya menguat dipimpin Nikkei paska kemenangan PM Takaichi di pemilu Jepang, serta mengikuti Wall Street positif semalam.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan di zona hijau, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.596 dan 9.058. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,742 dan bila tembus ke level 7,481.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



