(Vibiznews – Commodity) Harga emas ditutup naik pada hari Senin terdorong penurunan dolar AS.
Harga emas spot ditutup naik 1,84% pada $5.058,17 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak April 2026 ditutup naik 2% pada $5.079,4 per ons.
Harga emas naik setelah indeks dolar jatuh ke level terendah dalam 1 minggu.
Selain itu, kekhawatiran bahwa investor asing mungkin mengalihkan aset dolar mereka ke logam mulia bersifat bullish untuk harga logam setelah Bloomberg melaporkan bahwa regulator Tiongkok meminta lembaga keuangan untuk mengurangi kepemilikan utang AS mereka.
Harga emas juga didukung oleh permintaan aset safe haven di tengah risiko geopolitik di Iran, Ukraina, Timur Tengah, dan Venezuela.
Malam nanti akan dirilis data ADP Employment Change Weekly AS, juga data Retail Sales Desember AS.
Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Hammack dan Logan.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika berlanjut melemah, akan menguatkan harga emas. Juga dengan masih berlangsungnya ketegangan geopolitik AS-Iran, Rusia-Ukraina juga Timur Tengah akan dapat meningkatkan permintaan safe haven untuk emas. Namun perlu diwaspadai adanya profit taking, setelah harga emas terus meningkat. Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $5.130-$5.182. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $5.008-$4.938.



