Merosotnya Harga Minyak Sawit Masuki Hari Kelima Berturut, Demand Tiongkok 2026 Diperkirakan Menurun

141
cpo

(Vibiznews – Commodity) – Pelemahan harga minyak sawit atau CPO acuan dunia berlanjut masuki hari kelima berturut pada akhir perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Rabu (11/2/2026), tertekan oleh penguatan ringgit dan pelemahan di seluruh minyak nabati di bursa Dalian.

Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan April 2026 ditutup turun 0,85% menjadi sekitar MYR4.060,  setelah awal sesi sempat berada di  posisi MYR4.125.

Anjloknya harga CPO ke posisi terendah 3 pekan lebih dipicu oleh ekspektasi permintaan yang lebih lemah dari Tiongkok tahun ini, di mana pembeli semakin beralih ke minyak kedelai dan minyak canola yang relatif lebih murah.

Selain itu data inflasi terbaru Tiongkok yang melambat tajam pada bulan Januari juga menandakan permintaan domestik yang lesu, menambah kehati-hatian terhadap prospek ekspor.

Harga CPO tersebut sempat rebound pada awal sesi  didorong oleh harga minyak kedelai yang lebih tinggi di pasar Chicago merespon data pembelian India dan ekspor Malaysia.

Pembelian minyak sawit oleh pembeli utama India melonjak 51% secara bulanan pada Januari ke level tertinggi 4 bulan, membalikkan penurunan tajam pada Desember karena kilang minyak membangun kembali persediaan.

Untuk data ekspor Malaysia, menurut laporan bulanan dari Dewan Minyak Sawit Malaysia menunjukkan ekspor naik 11,4% secara bulanan dan persediaan turun 7,7% karena produksi turun 13,8%.