Rekomendasi Harga Perak 11 Februari 2026 : Harapkan Permintaan Safe Haven; Cermati Data Tenaga Kerja AS

114

(Vibiznews – Commodity) Harga perak berakhir turun pada hari Selasa terbebani komentar hawkish pejabat Fed yang menekan harga perak.

Harga perak spot berakhir merosot 3,07% pada $80,79.

Harga perak berjangka AS kontrak Maret 2026 berakhir merosot 2,25% pada $80,38.

Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, mengatakan, “Daripada mencoba menyesuaikan suku bunga dana secara tepat, saya lebih memilih untuk bersabar sambil menilai dampak penurunan suku bunga baru-baru ini dan memantau kinerja ekonomi. Berdasarkan perkiraan saya, The Fed mungkin akan mempertahankan suku bunga untuk beberapa waktu.”

Presiden Federal Reserve Dallas, Lorie Logan, mengatakan bahwa dibutuhkan kelemahan yang “signifikan” di pasar tenaga kerja AS agar dapat mendukung penurunan suku bunga lebih lanjut.

Selain itu, volatilitas harga logam mulia baru-baru ini telah mendorong bursa perdagangan di seluruh dunia untuk menaikkan persyaratan margin untuk perak, yang menyebabkan likuidasi posisi beli.

Namun kerugian perak dibatasi data ekonomi AS yang lebih lemah dari perkiraan pada hari Selasa, terkait penjualan ritel Desember dan indeks biaya tenaga kerja kuartal keempat, memperkuat argumen untuk kebijakan Fed yang lebih longgar dan berdampak positif bagi logam mulia.

Harga perak juga masih didukung permintaan safe haven di tengah risiko geopolitik di Iran, Ukraina, Timur Tengah, dan Venezuela.

Malam nanti akan dirilis data tenaga kerja AS yaitu Non Farm Payrolls Januari AS yang diindikasikan naik, dan Unemployment Rate Januari AS yang diindikasikan stabil.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika menguat akan menekan harga perak. Namun masih berharap adanya permintaan safe haven dengan masih berlangsungnya ketegangan geopolitik AS-Iran, Rusia-Ukraina juga Timur Tengah. Demikian juga pelemahan data ekonomi AS dan pasar saham AS dapat meningkatkan permintaan perak. Jika data Non Farm Payrolls Januari AS terealisir naik, dan Unemployment Rate Januari AS terealisir stabil dan menguatkan dolar AS, akan dapat menekan harga perak. Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Suport $78,75-$77,12. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $82,88-$85,38.