(Vibiznews – Commodity) – Penurunan harga minyak sawit atau CPO acuan dunia terus berlanjut masuki hari ketiga berturut dan anjlok ke posisi terendah dalam sebulan pada akhir perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Kamis (12/2/2026).
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan April 2026 ditutup turun 0,59% menjadi sekitar MYR4.037, setelah awal sesi sempat berada di posisi MYR4.087.
Pelemahan harga minyak nabati di bursa Dalian dan penguatan ringgit membebani sentimen.
Berita pemerintah Indonesia yang menghentikan sementara perluasan mandat biodieselnya, bersamaan dengan tanda-tanda peningkatan produksi dalam beberapa bulan mendatang turut membebani harga.
Data ekspor Malaysia juga menambah tekanan, dengan surveyor kargo melaporkan pengiriman Malaysia untuk 1-10 Februari turun antara 10,5%-14,3% dari bulan sebelumnya.
Permintaan dari konsumen utama China juga diperkirakan akan melemah karena pembeli beralih ke minyak kedelai dan canola yang lebih murah.
Namun demikian pelemahan harga diredam oleh data bulanan Dewan Minyak Sawit Malaysia yang menunjukkan persediaan turun 7,7% pada Januari karena produksi merosot 13,8% menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Di India, pembeli utama, impor minyak sawit melonjak 51% dari bulan ke bulan ke level tertinggi empat bulan, pulih dari penurunan tajam pada bulan Desember karena perusahaan penyulingan membangun kembali pasokan.



