(Vibiznews – Commodity) Harga perak berakhir melonjak tajam pada hari Rabu, terdukung peningkatan permintaan safe haven terpicu masih berlangsungnya ketegangan AS-Iran dan belum tercapainya kesepakatan damai Rusia-Ukraina.
Harga perak spot ditutup melonjak 4,96% pada $77,19.
Harga perak berjangka AS kontrak Maret 2026 ditutup melonjak tajam 5,52% pada $77,60.
Harga perak melonjak tajam, memulihkan sebagian besar kerugian tajam hari Selasa terdukung permintaan safe-haven.
Iran pada hari Selasa mengatakan telah mencapai serangkaian “prinsip panduan” dengan AS untuk pembicaraan nuklir, meskipun menteri luar negerinya memperingatkan bahwa kesepakatan akhir belum akan segera tercapai.
Hari pertama pembicaraan perdamaian Ukraina-Rusia yang dimediasi AS di Jenewa berakhir hanya setelah dua jam, dengan Presiden Zelenskiy menggambarkan diskusi tersebut sebagai “sulit” dan menuduh Moskow mengulur waktu.
Pasar saat ini memperkirakan total dua kali penurunan suku bunga tahun ini, dengan penurunan pertama diperkirakan terjadi pada bulan Juni, menurut FedWatch Tool dari CME.
Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claims AS minggu lalu yang diindikasikan menurun.
Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Bostic, Bowman, Kashkari.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat bergerak turun jika penguatan dolar AS berlanjut. Juga akan mencermati perkembangan ketegangan AS-Iran dan Rusia-Ukraina, yang jika terus meningkat, akan menguatkan harga perak. Namun jika data tenaga kerja AS terealisir turun dan pernyataan pejabat Fed bernada hawkish dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga perak.
Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $73,57-$66,96. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $79,57-$81,96.
Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $73,79-$69,99. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $79,86-$82,13.



