(Vibiznews – Commodity) Harga kopi arabika di bursa komoditi berjangka New York ditutup turun pada hari Kamis, tertekan prospek peningkatan pasokan.
Harga kopi arabika berjangka kontrak Maret 2026 ditutup turun 0,05% pada $2.8740 per pon.
Harga kopi telah berada di bawah tekanan selama 3 minggu terakhir karena tanda-tanda panen kopi Brasil yang melimpah telah meningkatkan prospek pasokan global. Pada tanggal 5 Februari, Conab, lembaga prakiraan panen Brasil, mengatakan bahwa produksi kopi Brasil tahun 2026 akan meningkat +17,2% y/y menjadi rekor 66,2 juta karung, dengan produksi arabika naik +23,2% y/y menjadi 44,1 juta karung dan produksi robusta naik +6,3% y/y menjadi 22,1 juta karung.
Selain itu, curah hujan yang cukup di Brasil telah meningkatkan prospek panen kopi negara tersebut. Senin lalu, Somar Meteorologia melaporkan bahwa wilayah penghasil kopi arabika terbesar di Brasil, Minas Gerais, menerima curah hujan 72,6 mm selama pekan yang berakhir pada 6 Februari, atau 113% dari rata-rata historis.
Malam ini akan dirilis berbagai data ekonomi AS yang bervariasi indikasinya.
Data Core PCE Price Index Desember AS diindikasikan meningkat.
GDP Growth Rate QoQ Q4 AS diindikasikan menurun.
Personal Income Desember AS diindikasikan tidak berubah.
Personal Spending Desember AS diindikasikan menurun.
Michigan Consumer Sentiment Final Februari AS diindikasikan meningkat.
New Home Sales November-Desember AS diperkirakan menurun.
Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Bostic.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kopi arabika masih akan menghadapi sentimen bearish prospek peningkatan pasokan. Juga jika data ekonomi AS banyak terealisir naik dan pernyataan pejabat Fed bernada hawkish dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga kopi arabika. Harga kopi arabika diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $2.81-$2.75. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $2.92-$2.96.



