(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia jenis Brent mundur dari posisi tertinggi 6 bulan pada perdagangan komoditas Internasional sesi Eropa hari Senin (23/2/2026) oleh profit taking.
Aksi jual minyak Brent berjangka di bursa ICE Eropa mempertimbangkan kemungkinan kesepakatan nuklir AS-Iran, dengan negosiasi lebih lanjut diperkirakan akan dilakukan akhir pekan ini.
Menteri Luar Negeri Iran mengatakan win-win solutions dapat dicapai dan mengkonfirmasi rencana untuk bertemu dengan utusan AS Steve Witkoff di Jenewa.
Laporan media jug menunjukkan bahwa setiap serangan militer AS terhadap Iran akan terbatas pada situs militer atau pemerintah tertentu, yang mengurangi risiko gangguan pasokan yang luas.
Sentimen negatif semakin diperkuat oleh rencana Presiden Donald Trump untuk menaikkan tarif global menjadi 15% setelah Mahkamah Agung menolak tarif timbal balik yang memicu kembali risiko terhadap prospek permintaan minyak.
Harga minyak mentah berjangka acuan jenis Brent kontrak bulan Mei 2026 yang paling banyak diperdagangkan turun 0,26% menjadi $71,04 per barel. Demikian harga spot berada di posisi $71,35 atau turun 0,54%.
Secara teknikal, untuk pergerakan harga minyak Brent selanjutnya diperkirakan akan bertemu kisaran support di $70.10 – $66.20 dan kisaran resisten di $72.20 – $76.70.
Sebagai informasi untuk harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak bulan April 2026 turun 0,22% menjadi $66,02 per barel.



