(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) penutupan Senin sore ini (23/1), terpantau menguat signifikan 124.315 poin (1,50%) ke level 8.396,082 setelah dibuka naik ke level 8.340.643.
IHSG bergerak menguat menghampiri area 3 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat dipimpin Kospi yang mencetak rekor kembali, serta mengikuti Wall Street yang di akhir pekan menguat setelah keputusan MA Amerika membatalkan ketetapan tarif AS.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sore ini menguat signifikan 0,47% atau 80 poin ke level Rp 16.790, dengan dollar AS di pasar uang Eropa menurun setelah terkoreksi tipis di sesi global sebelumnya; menurun dari sekitar 2 minggu tertingginya setelah keputusan Supreme Court (MA) Amerika yang membatalkan kebijakan tarif resiprokal AS.
Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.870, serta terpantau melaju cepat ke 1,5 minggu tertingginya.
Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 68,576 poin (0,83%) ke level 8.340.643. Sedangkan indeks LQ45 naik 6,430 poin (0,77%) ke level 841,710. Siang ini IHSG menguat 113,410 poin (1,37%) ke level 8.385,177. Sementara LQ45 terlihat naik 0,88% atau 7,360 poin ke level 842,640.
IHSG kemudian bergerak menambah kekuatan dan ditutup menguat signifikan 124.315 poin (1,50%) ke level 8.396,082. Sementara LQ45 terlihat naik 1,49% atau 12,480 poin ke level 847,760. Tercatat saat ini sebanyak 468 saham naik, 206 saham turun dan 142 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional sore ini terpantau mixed menguat, di antaranya Kospi yang naik 0,56%, dan Hang Seng yang menanjak 2,53%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini menguat signifikan mendekati 3 minggu tertingginya, sementara bursa kawasan Asia sore ini umumnya mixed bias menguat dipimpin Kospi yang mencetak rekor baru, serta mengikuti Wall Street yang pada akhir pekan menguat.
Berikutnya IHSG kemungkinan akan tertahan sebentar dan tetap uptrend, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.596 dan 8.980. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,861 dan bila tembus ke level 7,712.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Groupupi



