(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditi berjangka New York pada akhir pekan hari Jumat berakhir naik terdorong penurunan produksi di Brasil.
Harga gula berjangka kontrak Maret 2026 ditutup naik 1,63% pada 14,30 sen per pon.
Harga gula naik berjangka new York mencapai level tertinggi dalam 1,5 minggu, setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif Presiden Trump, yang berpotensi memungkinkan Brasil untuk mengekspor lebih banyak gula ke AS, yang akan mengurangi pasokan global.
Pelemahan dolar AS pada hari Jumat juga mendukung sebagian besar harga komoditas, termasuk gula.
Tanda-tanda penurunan produksi gula di Brasil juga mendukung harga gula, setelah Unica pada hari Rabu melaporkan bahwa produksi gula di wilayah Tengah-Selatan Brasil pada paruh kedua Januari turun 36% y/y menjadi hanya 5.000 MT.
Malam nanti akan ada pernyataan dari pejabat Fed Waller.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika lanjut melemah, akan menguatkan harga gula. Namun jika pernyataan pejabat Fed hawkish bagi kebijakan suku bunga dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga gula. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 14,03-13,77. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 14,51-14,73.



