(Vibiznews – Commodity) Harga perakhir berakhir melonjak tinggi pada akhir pekan hari Jumat terdorong peningkatan permintaan safe haven.
Harga perak spot ditutup melonjak 7,71% pada $84,60.
Harga emas berjangka AS kontrak April 2026 ditutup melonjak 6,07% pada $82,34.
Harga perak melonjak tajam terdukung peningkatan risiko geopolitik di Timur Tengah yang meningkatkan permintaan logam mulia sebagai aset safe haven, dengan masih berlangsungnya ketegangan AS-Iran.
Presiden AS Donald Trump mengatakan 10 hingga 15 hari adalah hampir batas waktu yang akan dia izinkan untuk pembicaraan tentang kesepakatan nuklir dengan Iran.
Kenaikan harga logam mulia meningkat pada hari Jumat setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif global Presiden Trump, karena penghapusan pendapatan tarif akan meningkatkan defisit anggaran AS, meningkatkan permintaan logam mulia sebagai penyimpan nilai.
Malam nanti akan ada pernyataan dari pejabat Fed Waller.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat terdukung ketegangan AS-Iran yang masih berlangsung, dan jika pelemahan dolar AS berlangsung, juga akan menguatkan harga perak. Ketegangan perdagangan dengan adanya pembatalan tarif global Presiden Trump, dan upaya Trup mengenakan lagi tarif global perdagangan juga mendukung permintaan safe haven. Namun jika pernyataan pejabat Fed hawkish bagi kebijakan suku bunga dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga perak.
Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $87,05-$89,59. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $79,84-$75,07.
Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $85,56-$88,79. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $78,20-$74,07.



