(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia jenis Brent bergerak di kisaran tertinggi 6 bulan lebih pada perdagangan komoditas Internasional sesi Eropa hari Selasa (24/2/2026).
Kenaikan harga minyak mentah dunia baik jenis WTI dan juga Brent sebagai respon terhadap meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran menjelang pembicaraan nuklir minggu ini.
Risiko kemungkinan eskalasi militer di Timur Tengah semakin meningkat, dan dengan demikian para investor tampaknya melakukan lindung nilai terhadap skenario terburuk.
Washington dan Teheran akan mengadakan putaran ketiga pembicaraan nuklir di Jenewa pada hari Kamis ini, sebagaimana dikonfirmasi oleh menteri luar negeri Oman pada hari Minggu.
Pada hari Senin, Trump mengatakan dalam sebuah unggahan di Truth Social bahwa akan menjadi hari yang sangat buruk bagi Iran jika mereka tidak mencapai kesepakatan.
Sebelum negosiasi, kedua negara telah melakukan demonstrasi kekuatan militer, dengan AS memperkuat aset militernya di Timur Tengah.
Harga minyak mentah berjangka acuan jenis Brent kontrak bulan Mei 2026 yang paling banyak diperdagangkan naik 0,21% menjadi $71,26 per barel. Demikian harga spot berada di posisi $71,60 atau naik 0,16%.
Secara teknikal, untuk pergerakan harga minyak Brent selanjutnya diperkirakan akan bertemu kisaran support di $70.10 – $66.20 dan kisaran resisten di $72.20 – $76.70.
Sebagai informasi untuk harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak bulan April 2026 naik 0,23% menjadi $66,54 per barel.



