Harga Minyak Selasa Bergerak Naik Menjelang Pembicaraan AS-Iran

122
oil

(Vibiznews – Commoity) Harga minyak naik pada hari Selasa, mendekati level tertinggi tujuh bulan, menjelang putaran pembicaraan nuklir AS-Iran.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS naik 0,33%, menjadi $66,53 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent naik 0,15%, menjadi $71,60 per barel.

Brent diperdagangkan pada level tertinggi sejak 31 Juli, sementara WTI berada pada level terkuatnya sejak 1 Agustus.

Ketegangan geopolitik AS-Iran yang masih terus belangsung memainkan peran utama dalam kenaikan harga minyak.

AS dan Iran akan mengadakan pembicaraan putaran ketiga terkait nuklir pada hari Kamis di Jenewa, kata Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi pada hari Minggu.

Amerika Serikat ingin Iran menghentikan program nuklirnya, tetapi Iran dengan tegas menolak, dan membantah sedang berupaya mengembangkan senjata atom.

Departemen Luar Negeri menarik personel pemerintah yang tidak penting dan keluarga mereka dari kedutaan AS di Beirut, kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri pada hari Senin, di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang risiko konflik militer dengan Iran.

Malam nanti akan dirilis data ADP Employment Change Weekly AS dan CB Consumer Confidence Februari AS.

Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Golsbee, Bostic, Collins, Waller, Cook.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik dengan masih berlangsungnya ketegangan AS-Iran. Juga akan mencermati pergerakan dolar AS, jika menguat akan menekan harga minyak. Namun jika data ekonomi AS terealisir naik dan pernyataan pejabat Fed hawkish dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga minyak. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $65,37-$64,42. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $67,27-$68,22.