Pelemahan Harga Minyak Sawit Masuki Hari Ketiga Berturut, Ekspor Diperkirakan Menurun

115
cpo sawit

(Vibiznews – Commodity) – Penurunan harga minyak sawit atau CPO acuan dunia berlanjut masuki hari ketiga berturut pada perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Selasa (24/2/2026) di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut atas ekspor yang lebih lemah.

Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan April 2026 ditutup turun 0,81% menjadi sekitar MYR4.048, setelah sempat berada di  posisi MYR4.110.

Lemahnya ekspor dari laporan Surveyor kargo yang memperkirakan pengiriman untuk 1-20 Februari turun antara 8,9% dan 12,6% dari bulan sebelumnya, menandakan permintaan yang lebih lemah meskipun Ramadan dan perayaan Idul Fitri yang akan datang.

Dewan Minyak Sawit Malaysia juga menyoroti risiko dari pasokan kedelai global yang melimpah dan meningkatnya ekspor minyak kedelai Tiongkok, yang dapat meningkatkan persaingan di pasar minyak nabati.

Namun penurunan harga dibatasi oleh ringgit yang lebih lemah dan harga minyak nabati yang lebih kuat di pasar Chicago.

Sementara itu permintaan dari konsumen utama India  diproyeksikan akan pulih pada tahun 2026 karena daya saing harga yang lebih baik, berpotensi mencapai 800.000 ton. Dewan Sawit juga memperkirakan harga minyak sawit akan stabil di kisaran MYR 4.000–4.300 per ton pada bulan Maret.