Rekomendasi Harga Minyak 24 Februari 2026 : Mewaspadai Pergerakan Dolar AS dan Ketegangan Geopolitik

114

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup turun pada hari Senin terpicu pelemahan pasar saham yang memicu kekhawatiran penurunan permintaan.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS ditutup turun 0,26% pada $66,31 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 0,38% pada $71,49 per barel

Penurunan pasar saham pada hari Senin melemahkan kepercayaan pada prospek ekonomi dan permintaan energi, dan memicu tekanan likuidasi posisi beli minyak mentah.

Harga minyak mentah awalnya melonjak ke level tertinggi 6,5 bulan pada hari Senin di tengah meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah.

Jumat lalu, Presiden Trump mengatakan bahwa ia mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran untuk meningkatkan tekanan pada negara tersebut agar mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya, dan bahwa ia berpikir 10 hingga 15 hari adalah “hampir” “maksimum” yang akan ia izinkan untuk melanjutkan negosiasi.

Malam nanti akan dirilis data ADP Employment Change Weekly AS dan CB Consumer Confidence Februari AS.

Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Golsbee, Bostic, Collins, Waller, Cook.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak akan mencermati pergerakan dolar AS, jika menguat akan menekan harga minyak. Juga akan mencermati perkembangan ketegangan geopolitik, jika meningkat, akan menguatkan harga minyak.  Namun jika data ekonomi AS terealisir naik dan pernyataan pejabat Fed hawkish dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga minyak. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $65,37-$64,42. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $67,27-$68,22.