(Vibiznews – Commodity) Harga emas bergerak naik pada hari Rabu, terpicu ketidakpastian perdagangan dan ketegangan geopolitik yang menorong permintaan safe haven.
Harga emas spot bergerak naik 0,79% pada $5.184,82 per ons.
Harga emas berjangka AS kontrak April 2026 bergerak naik 0,52% pada $5.203,4 per ons.
Tarif global baru Presiden AS Trump sebesar 10% mulai berlaku pada hari Selasa, dengan pemerintahannya berupaya menaikkannya menjadi 15% dalam upaya untuk membangun kembali agenda tarifnya setelah Mahkamah Agung membatalkan sebagian besar pungutan luasnya.
Sementara itu, pasar akan mengamati kelanjutan pembicaraan nuklir AS-Iran pada hari Kamis, dengan Iran menyatakan pada hari Selasa untuk melakukan “apa pun yang diperlukan” untuk mengamankan kesepakatan dengan Washington.
Namun, kenaikan harga emas batangan dibatasi oleh memudarnya ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Dua pejabat Fed mengatakan pada hari Selasa bahwa mereka tidak melihat kebutuhan mendesak untuk menyesuaikan kebijakan moneter, dengan alasan membaiknya kondisi pasar tenaga kerja dan inflasi yang terus berlanjut.
Susan Collins menyatakan bahwa mempertahankan suku bunga tetap stabil kemungkinan tepat di tengah membaiknya pasar tenaga kerja dan risiko inflasi yang terus berlanjut, sementara Thomas Barkin menambahkan bahwa kebijakan tersebut berada pada posisi yang baik untuk mengelola risiko ekonomi.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak naik dengan masih berlangsungnya ketegangan AS-Iran, dan ketegangan perdagangan dengan adanya perintah eksekutif Trump untuk menaikkan tarif global menjadi 15%. Juga akan mencermati pernyataan Pejabat Fed, yang jika memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga Fed dan menguatkan dolar AS, akan dapat menekan harga emas.



