(Vibiznews – Commodity) Harga gula di bursa komoditas berjangka New York naik ke level tertinggi dalam 2,5 minggu dan ditutup naik terdorong penguatan Real Brasil.
Harga gula berjangka kontrak Maret 2026 ditutup naik 0,69% pada 14,55 sen per pon.
Penguatan mata uang Real Brasil mendukung kenaikan harga gula.
Real Brasil naik 0,31% pada hari Selasa, sedikit di bawah level tertinggi 1,75 tahun pada hari Senin terhadap dolar, yang menghambat penjualan ekspor dari produsen gula Brasil.
Penurunan produksi gula di Brasil juga mendukung harga gula, setelah Unica pada Rabu lalu melaporkan bahwa produksi gula di wilayah Tengah-Selatan Brasil pada paruh kedua Januari turun 36% y/y menjadi hanya 5.000 MT. Namun, produksi gula kumulatif wilayah Tengah-Selatan tahun 2025-26 hingga Januari naik +0,9% y/y menjadi 40,24 MMT. Selain itu, rasio tebu yang digiling untuk gula naik menjadi 50,74% pada tahun 2025/26 dari 48,14% pada tahun 2024/25.
Malam hari ini akan ada pernyataan dari pejabat Fed Barkin dan Musalem.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya harga gula akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika lanjut melemah, akan menguatkan Real Brasil dan mendorong kenaikan harga gula. Namun jika pernyataan pejabat Fed hawkish bagi kebijakan suku bunga Fed dan menguatkan dolar AS, akan menekan harga gula. Harga gula diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 14,42-14,29. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 14,66-14,77.



