(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit atau CPO acuan dunia bangkit dari posisi terendah 2 bulan pada perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Jumat (27/2/2026) di tengah harga minyak kedelai yang lebih kuat di pasar Dalian dan Chicago.
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan April 2026 ditutup menguat 0,85% menjadi sekitar MYR4.030, setelah sempat berada di posisi MYR3.996.
Kenaikan harga minyak sawit berjangka tersebut oleh sinyal permintaan yang membaik, dimana impor pembeli utama India melonjak 51% secara bulanan pada Januari ke level tertinggi 4 bulan.
Pemulihan ini memperkuat ekspektasi bahwa permintaan negara tersebut dapat pulih pada tahun 2026 di tengah daya saing harga yang lebih baik, dengan pembelian berpotensi mencapai 800.000 ton.
Namun secara mingguan harga minyak sawit ini masih dalam tren pelemahan dengan turun 1,7%, dan penurunan bulanan menjadi sekitar 4,9%. Kelemahan ini mencerminkan ekspor yang lesu, bahkan dengan permintaan musiman dari Ramadan dan festival Idul Fitri yang akan datang.
Surveyor kargo mencatat pengiriman Malaysia untuk 1–25 Februari turun antara 12,1% dan 16,1% dari periode yang sama pada Januari. Meningkatnya pasokan dan produksi juga membatasi kenaikan, sementara Dewan Minyak Sawit Malaysia memperkirakan harga akan stabil di kisaran MYR 4.000–4.300 pada bulan Maret.



