(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat pagi ini (27/2), terpantau melemah 56,309 poin (0,68%) ke level 8.255,183 setelah dibuka turun ke level 8.140.920.
IHSG bergerak melanjutkan koreksi kemarin ke level 2 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed dengan Nikkei terkoreksi dari rekornya, serta mengikuti Wall Street yang berakhir dalam bias melemah.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah tipis 0,02% atau 3 poin ke level Rp 16.753, dengan dollar AS di pasar uang Asia melandai setelah menguat perlahan di sesi global sebelumnya; tertahan di antara penguatan yen Jepang serta estimasi pasar bahwa the Fed bulan depan akan mempertahankan suku bunganya.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.750, serta terpantau dalam koreksi terbatas dari posisi sebulan terkuatnya kemarin.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 94,342 poin (1,15%) ke level 8.140.920. Sedangkan indeks LQ45 turun 2,990 poin (0,36%) ke level 834,900. Pagi ini IHSG melemah 56,309 poin (0,68%) ke level 8.255,183. Sementara LQ45 terlihat turun 0,03% atau 0,220 poin ke level 837,670.
Tercatat saat ini sebanyak 151 saham naik, 439 saham turun dan 143 saham stagnan.
Sementara itu, bursa Wall Street berakhir subuh tadi dengan mixed bias melemah, di mana S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi sedangkan Dow Jones Ditutup menguat tipis, di antara laporan pendapatan yang kuat dari Nvidia dan Salesforce gagal terus mengangkat sentimen investor. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau variatif bias menguat, di antaranya Nikkei yang naik 0,66%, dan Hang Seng yang menanjak 0,21%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi ke 2 minggu terendahnya, konsolidatif di dua zona, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed dengan Nikkei terkoreksi dari rekornya, serta mengikuti Wall Street yang berakhir dalam bias melemah.
Berikutnya IHSG kemungkinan masih bias negatif, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.437 dan 8.596. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,861 dan bila tembus ke level 7,712.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



