Rekomendasi Harga Kakao 27 Februari 2026 : Dibayangi Sentimen Peningkatan Pasokan; Peluang Bargain Hunting dan Pelemahan Dolar AS

100

(Vibiznews – Commodity) Harga kakao di bursa komoditi berjangka New York ditutup naik pada hari Kamis terpicu bargain hunting mengkonsolidasikan kerugian baru-baru ini.

Harga kakao berjangka kontrak Maret 2026 ditutup naik 0,57% pada $2.974 per ton.

Harga kakao berada di tengah tren penurunan selama tujuh minggu, dengan harga kakao New York kontrak berjangka terdekat mencatatkan harga terendah dalam 2,75 tahun terakhir pada hari Jumat lalu di tengah pasokan global yang kuat dan permintaan yang lesu.

Pada 29 Januari, StoneX memperkirakan surplus kakao global sebesar 287.000 MT pada musim 2025/26 dan surplus 267.000 MT untuk musim 2026/27.

Selain itu, Organisasi Kakao Internasional (ICCO) melaporkan pada 23 Januari bahwa stok kakao global naik +4,2% y/y menjadi 1,1 juta metrik ton.

Pembeli kakao internasional enggan membayar harga resmi di tingkat petani di Pantai Gading dan Ghana, yang jauh di atas harga dunia saat ini. Kurangnya pembeli meningkatkan pasokan karena persediaan kakao ICE naik ke level tertinggi 5,75 bulan sebesar 2.155.913 karung pada hari Kamis.

Malam nanti akan dirilis data PPI dan Core PPI Januari AS, yang diindikasikan menurun.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao masih tertekan dibayangi peningkatan pasokan. Namun akan mencermati data PPI dan Core PPI Januari AS yang jika terealisir turun dan menekan dolar AS, akan menguatkan harga kakao. Harga kakao diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $2.956-$2.939. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $3.009-$3.045.