Euro Senin Sesi Asia Merosot Tertekan Penguatan Dolar AS

106

(Vibiznews – Forex) Mata uang Euro bergerak turun pada hari Senin, mencapai titik terendah dalam beberapa minggu tertekan penguatan dolar AS terpicu permintaan safe haven setelah perang di Timur Tengah.

Pasangan mata uang EUR/USD bergerak turun 0,71% pada 1.1734.

AS dan Israel melakukan serangan terhadap Iran selama akhir pekan, yang mengakibatkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran dan penutupan efektif Selat Hormuz.

Mata uang Euro menghadapi tekanan dari melonjaknya harga energi, dengan Eropa siap untuk mengamankan pasokan gas alam yang signifikan tepat ketika harga melonjak lebih tinggi.
Sementara itu, data pada hari Jumat menunjukkan inflasi di Jerman berada di bawah perkiraan pada bulan Februari, sementara pertumbuhan harga meningkat di Prancis dan Spanyol.

Pasar uang saat ini hanya memberikan probabilitas sekitar 30% untuk penurunan suku bunga oleh ECB pada bulan Desember.

Sore ini akan dirilis data HCOB Manufacturing PMI Final Februari Zona Euro dan negara-negara Eropa, yang diindikasikan meningkat.

Juga akan ada pernyataan pejabat ECB Elderson dan Presiden ECB Lagarde.

Pasar juga akan mencermati perkembangan ketegangan geopolitik setelah terjadi perang Israel-AS menghadapi Iran di akhir pekan.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, mata uang Euro akan mencermati pergerakan dolar AS, dimana jika dolar AS menguat setelah perang Israel-AS vs Iran berlangsung, akan menekan Euro. Namun jika data HCOB Manufacturing PMI Final Februari Zona Euro dan negara-negara Eropa terealisir meningkat, akan menguatkan Euro. Pasangan mata uang EUR/USD diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 1.1712-1.690. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 1.1776-1.1818.