Harga Minyak Mentah Utama Brent Melonjak 8% Lebih ke Tertinggi 8 Bulan

134

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah acuan dunia utama atau minyak jenis Brent melonjak 8% lebih hingga perdagangan komoditas Internasional sesi Eropa hari Senin (2/3/2026).

Harga minyak Brent melompat ke level tertinggi sejak Juni 2025, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan kekhawatiran atas potensi gangguan di Selat Hormuz, titik penting yang menangani sekitar seperlima pengiriman minyak global.

Perusahaan pelayaran telah mulai mengalihkan rute kapal dari selat tersebut sebagai tindakan pencegahan.

Lonjakan harga tersebut terjadi setelah serangkaian serangan oleh AS dan Israel terhadap Iran, yang memicu serangan balasan oleh Teheran terhadap target regional.

Saudi Aramco untuk sementara menghentikan operasi di kilang Ras Tanura, kilang terbesar di Arab Saudi tersebut sembari menilai kerusakan setelah serangan drone menargetkan fasilitas tersebut.

Sementara itu, OPEC+ pada hari Minggu sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 206.000 barel per hari pada bulan April, mengakhiri jeda selama 3 bulan. Namun, peningkatan ini masih jauh dari angka 411.000–548.000 barel per hari yang sebelumnya dipertimbangkan, sehingga pasar tetap waspada di tengah ketidakpastian geopolitik.

Harga spot minyak mentah Brent  berada di posisi $79,03 atau naik 8,48%, untuk kontrak berjangka bulan Mei 2026 yang paling banyak diperdagangkan naik 6,57% menjadi $79,41 per barel.

Secara teknikal, untuk pergerakan harga minyak Brent  selanjutnya diperkirakan  akan  bertemu kisaran  resisten di $80.10 – $83.60 dan kisaran resisten di $78.70 – $76.10.

Sebagai informasi untuk harga spot minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) sedang naik 7,56% menjadi $72,12 per barel.