(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit atau CPO acuan dunia melompat ke posisi tertinggi dalam 3 bulan pada perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Senin (2/3/2026) oleh melemahnya ringgit dan kenaikan harga minyak nabati di pasar Dalian dan Chicago.
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan April 2026 ditutup menguat 0,27% menjadi sekitar MYR4.158, setelah sempat berada di posisi MYR4.137.
Kenaikan harga minyak sawit berjangka terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendukung sentimen pasar.
Sementara itu di Indonesia, pemerintah menaikkan bea ekspor minyak sawit mentah menjadi 12,5% dari harga acuan, naik dari 10%, untuk mendanai mandat biodieselnya, sebuah langkah yang diperkirakan akan memperketat pasokan.
Kenaikan harga dari sisi permintaan juga optimis, dengan impor minyak sawit di India, konsumen terbesar di dunia, melonjak 51% secara bulanan pada Januari ke level tertinggi empat bulan dan meningkatkan harapan untuk pembelian hingga 800.000 ton pada tahun 2026.
Namun, kenaikan tersebut dibatasi oleh laporan ekspor yang lemah, karena perusahaan survei kargo Intertek mencatat pengiriman Malaysia turun 21,5% pada bulan Februari menjadi 1,15 juta ton, meskipun ada permintaan musiman menjelang Idul Fitri.



