(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (2/3), terpantau melemah tajam 131,767 poin (1,60%) ke level 8.103,718 setelah dibuka turun ke level 8.104.834.
IHSG bergerak terelincir terkoreksi di hari ketiganya mendekati 3 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah di antara perang US-Israel dengan Iran di mana saham penerbangan merosot, serta mengikuti Wall Street berjangka yang merosot di tengah kenaikan harga minyak dunia.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini melemah 0,45% atau 75 poin ke level Rp 16.840, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah terkoreksi di sesi global sebelumnya; diangkat permintaan safe haven di tengah perang Iran serta melemahnya euro.
Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.765, serta terpantau dalam tertekan di hari keduanya ke sekitar seminggu terendahnya.
Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 130,651 poin (1,59%) ke level 8.104.834. Sedangkan indeks LQ45 turun 12,650 poin (1,52%) ke level 821,710. Siang ini IHSG melemah 131,767 poin (1,60%) ke level 8.103,718. Sementara LQ45 terlihat turun 1,49% atau 12,450 poin ke level 821,910.
Tercatat saat ini sebanyak 110 saham naik, 645 saham turun dan 62 saham stagnan.
Sementara itu, bursa regional siang ini terpantau variatif bias menguat, di antaranya Nikkei yang turun 1,57%, dan Hang Seng yang merosot 1,58%.
Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini terkoreksi mendekati 3 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini umumnya melemah di antara perang US-Israel dengan Iran di mana saham penerbangan merosot, serta mengikuti Wall Street berjangka yang merosot.
Berikutnya IHSG kemungkinan bertahan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.437 dan 8.596. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,861 dan bila tembus ke level 7,712.
Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group



