Rekomendasi Harga Kakao 2 Maret 2026 : Dapat Tertekan Penguatan Dolar AS dan Peningkatan Pasokan

104

(Vibiznews – Commodity) Harga kakao di bursa komoditi berjangka new York anjlok ke level terendah 2,75 tahun dan berakhir turun tajam pada hari Jumat, terbebani peningkatan pasokan global yang pelemahan permintaan.

Harga kakao berjangka kontrak Mei 2026 ditutup anjlok 5,71% pada $2.888 per ton.

Pada 29 Januari, StoneX memperkirakan surplus kakao global sebesar 287.000 MT pada musim 2025/26 dan surplus 267.000 MT untuk 2026/27.

Selain itu, Organisasi Kakao Internasional (ICCO) melaporkan pada 23 Januari bahwa stok kakao global naik +4,2% y/y menjadi 1,1 MMT.

Pembeli kakao internasional enggan membayar harga resmi di tingkat petani di Pantai Gading dan Ghana, yang jauh di atas harga dunia saat ini.

Kurangnya pembeli meningkatkan pasokan karena persediaan kakao ICE naik ke level tertinggi dalam 5,75 bulan menjadi 2.155.913 karung pada hari Kamis.

Pada akhir pekan terjadi serangan militer bersama Israel dan AS terhadap Iran yang memicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang memicu permintaan safe haven terhadap mata uang dolar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga kakao dapat tertekan penguatan dolar AS terpicu permintaan safe haven di tengah peperangan yang terjadi di Timur Tengah. Harga kakao juga terus mengahadpi sentimen bearish peningkatan pasokan dan pelemahan permintaan. Namun perlu dicermati upaya bargain hunting memanfaatkan harga kakao yang anjlok. Harga kakao diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $2.811-$2.735. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $3.002-$3.117.