(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berakhir melonjak tajam pada hari Jumat, dengan harga minyak mentah mencapai level tertinggi dalam 7 bulan terpicu kekhawatiran potensi serangan AS terhadap Iran setelah pertemuan AS-Iran untuk membahas nuklir tidak mendapatkan titik temu.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS ditutup naik tajam 2,78% pada $67,02 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup naik tajam 2,45% pada $72,48 per barel.
Pelemahan dolar pada hari Jumat juga mendukung harga minyak.
Harga minyak mentah melonjak pada hari Jumat setelah Presiden AS Donald Trump terdengar pesimis tentang pembicaraan diplomatik dengan Iran, dengan mengatakan, “Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan kami tidak senang dengan cara mereka bernegosiasi.”
Axios melaporkan pada hari Jumat bahwa para negosiator AS, Kushner dan Witkoff, meninggalkan Jenewa dengan kecewa atas apa yang mereka dengar dari para pejabat Iran dalam pembicaraan nuklir AS-Iran.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa Iran tidak akan mengizinkan uranium yang diperkaya untuk meninggalkan negara itu.
Pengayaan uranium tetap menjadi titik permasalahan dalam negosiasi nuklir, dengan AS mengatakan Iran harus mengirimkan stok uranium tersebut ke negara lain atau mengencerkannya.
Perundingan nuklir dijadwalkan akan dilanjutkan minggu depan di Wina.
Presiden Trump mengatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan serangan militer terbatas terhadap Iran untuk meningkatkan tekanan pada negara tersebut agar mencapai kesepakatan mengenai program nuklirnya dan memberi mereka tenggat waktu 1-6 Maret untuk kesepakatan mengenai aktivitas nuklir negara tersebut, dan telah mengancam serangan militer jika Iran gagal mematuhinya.
Namun di akhir pekan terjadi serangan milter bersama Israel dan AS terhadap Iran yang memicu ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Perang di Timur Tengah ini dikhawatirkan dapat menggangu produksi dan distribusi minyak mentah, khususnya di Selat Hormuz yang merupakan jalur penting distribusi minyak global.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik terpicu serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan dan distribusi minyak mentah dunia. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $68,28-$69,55. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $65,30-$63,59.



