Harga Minyak Selasa Sesi Asia Terangkat Kekhawatiran Gangguan Distribusi Pasokan di Selat Hormuz

107

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka bergerak naik pada hari Selasa memantau meningkatnya ketegangan perang di Timur Tengah dan risiko penutupan Selat Hormuz.

Harga minyak mentah berjangka WTI AS bergerak naik 1,73% pada $72,46 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent bergerak naik 2,15% pada $79,41 per barel.

Seorang pejabat senior AS juga dilaporkan mengindikasikan bahwa AS sedang mempersiapkan peningkatan serangan yang signifikan terhadap Iran dalam 24 jam ke depan, menargetkan produksi rudal, drone, dan aset angkatan lautnya.

Sementara itu, seorang pejabat tinggi Iran memperingatkan bahwa kapal-kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz dapat menjadi sasaran. Arus kapal tanker melalui Selat Hormuz, titik penting yang menyumbang sekitar seperlima dari pengiriman minyak global, telah terhenti di tengah meningkatnya risiko keamanan.

Saudi Aramco juga untuk sementara menangguhkan operasi di kilang Ras Tanura, kilang terbesar di kerajaan tersebut, sambil mengevaluasi kerusakan setelah serangan drone menghantam fasilitas tersebut.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak dapat bergerak naik terpicu perang AS-Israel terhadap Iran yang dapat memberikan gangguan di Selat Hormuz yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan dan distribusi minyak mentah dunia. Namun perlu dicermati upaya profit taking setelah harga minyak melonjak tinggi. Harga minyak mentah berjangka WTI diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $74,64-$78,05. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $68,51-$65,79.