(Vibiznews – Commodity) Harga emas pada hari Senin naik mencatatkan level tertinggi dalam 1 bulan dan ditutup menguat terdukung permintaan safe haven seiring perang AS-Israel menghadapi Iran.
Harga emas spot ditutup naik 0,83% pada $5.322,02 per ons.
Harga emas berjangka AS ditutup naik 1,21% pada $5.311,6 per ons.
Selain itu, lonjakan harga minyak mentah pada hari Senin ke level tertinggi dalam 8,25 bulan telah meningkatkan ekspektasi inflasi dan meningkatkan permintaan emas sebagai lindung nilai inflasi.
Namun kenaikan harga emas berkurang setelah reli indeks dolar ke level tertinggi dalam 5 minggu memicu likuidasi posisi beli logam mulia.
Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi pada hari Senin berdampak negatif bagi logam mulia.
Malam nanti akan ada pernyataan dari pejabat Fed Williams dan Kashkari.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga emas dapat bergerak naik dengan masih berlangsungnya perang Israel-AS versus Iran akan meningkatkan permintaan safe haven. Juga akan mencermati pergerakan dolar AS, yang jika melemah, akan menguatkan harga emas. Namun jika pernyataan pejabat Fed memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga Fed, akan menekan harga emas.
Harga emas spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $5.406-$5.491. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $5.250-$5.179.
Harga emas berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $5.406-$5.501. Namun jika turun, akan bergerak dalam kisaran Support $5.245-$5.179.



