(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit atau CPO acuan dunia melonjak ke posisi tertinggi dalam 4 bulan lebih pada akhir perdagangan bursa komoditas Malaysia hari Jumat (6/3/2026) didukung oleh ringgit yang lebih lemah dan penguatan minyak nabati di bursa Dalian.
Harga minyak sawit yang banyak diperdagangkan yaitu kontrak berjangka bulan Mei 2026 ditutup melonjak 3,80% menjadi sekitar MYR4.367, setelah sempat berada di posisi MYR4.201.
Harga CPO secara mingguan alami kenaikan yang signifikan dengan menguat sekitar 5,5%, terkuat sejak pertengahan Agustus. Lonjakan harga tersebut dipicu oleh harga minyak mentah melonjak di tengah konflik Timur Tengah.
Sentimen juga diperkuat dari sisi permintaan yang membaik setelah impor minyak sawit di India, naik 10,1% secara bulanan pada bulan Februari ke puncak 6 bulan.
Sementara itu pasokan Malaysia diproyeksikan turun untuk bulan kedua ke level terendah empat bulan, dengan penurunan produksi musiman lebih besar daripada ekspor yang lebih lemah.
Namun ekspor yang lebih lemah membatasi momentum, dengan surveyor kargo mencatat pengiriman Februari turun 21,5%–22,5% dari Januari meskipun ada pembelian Idul Fitri.



