IHSG Jumat Pagi Merosot 2,1% ke Level 7.550; Bursa Asia Mixed, Harga Minyak Dunia Melejit

47
IHSG
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat pagi ini (6/3), terpantau merosot tajam 160,039 poin (2,08%) ke level 7.550,498 setelah dibuka turun ke level 7.639.708.

IHSG bergerak terkoreksi tajam setelah rebound signifikan kemarin, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed di tengah melejitnya harga minyak dunia oleh konflik Timur Tengah yang terus berlangsung, serta mencermati Wall Street yang ketiga Indeks nya berakhir dalam koreksi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini melemah 0,21% atau 35 poin ke level Rp 16.915, dengan dollar AS di pasar uang Asia terkoreksi setelah menanjak naik di sesi global sebelumnya; berkisar di bawah 6 minggu terkuatnya didorong permintaan safe haven oleh berlanjutnya konflik perang di Timur Tengah.

Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.880, serta terpantau tertekan di sekitar area 2 minggu terlemahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 70,829 poin (0,92%) ke level 7.693.708. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,610 poin (0,20%) ke level 786,210. Pagi ini IHSG melemah tajam 160,039 poin (2,08%) ke level 7.550,498. Sementara LQ45 terlihat turun 1,94% atau 15,310 poin ke level 772,510.

Tercatat saat ini sebanyak 96 saham naik, 611 saham turun dan 100 saham stagnan.

Sementara itu, bursa Wall Street berakhir subuh tadi dengan serempak ketiga indeks acuannya terkoreksi dipimpin turunnya saham Boeing dan Caterpillar oleh kekhawatiran akan melemahnya ekonomi global. Dow Jones memimpin pelemahan sebesar 1,6%. Sedangkan, bursa regional pagi ini terpantau mixed, di antaranya Nikkei yang naik 0,28%, dan Hang Seng yang menanjak 1,88%.

 

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini balik terkoreksi ke 5 minggu terendahnya, sementara bursa kawasan Asia pagi ini umumnya mixed di tengah melejitnya harga minyak dunia oleh konflik Timur Tengah yang terus berlangsung, serta mencermati Wall Street yang berakhir dalam koreksi.

Berikutnya IHSG kemungkinan masih tertekan di zona merah, dengan mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 8.133 dan 8.245. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7,481 dan bila tembus ke level 7,344.

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group